Jumat, 07 November 2008

Kewajiban Berjilbab Bagi Muslimah

Credit By : Firdaus, AS

Tag: Jilbab, Wanita

Posted by admin on Tuesday, October 28, 2008, 4:15
Artikel ini diposting dalam Fiqih kategori dan memiliki 0 Komentar sampai saat ini.
Di jaman sekarang ini, kita lihat semakin banyak para muslimah yang berjilbab. Semoga ini menjadi bukti kesadaran para muslimah akan perintah Alloh ta’ala sebagaimana tersebut dalam firmannya dalam surat An Nur: 31 :
“Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka, memelihara kemaluan mereka dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak. Hendaklah mereka menutupkan khimar mereka ke dada mereka; dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka……”
Firman Alloh ta’ala dalam surat Al Ahzab ayat 59:
“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu dan istri orang-orang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal dan tidak diganggu orang. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Telah cukup terang bagi kita akan kewajiban bagi seorang muslimah untuk menutup semua perhiasan. Tidak boleh sedikit pun perhiasan tadi ditampakkan di hadapan orang-orang ajnabi, yang bukan mahramnya, kecuali bagian yang biasa nampak tanpa mereka sengaja.
Pada surat An Nur Alloh ta’ala menjelaskan tentang hal-hal (maksudnya perhiasan) yang wajib disembunyikan dan yang boleh ditampakkan oleh kaum wanita di hadapan laki-laki asing, pada ayat yang lain Alloh memerintahkan kaum wanita agar ketika keluar rumah mereka menutup pakaian dan khimarnya dengan jilbab, karena dengan itu mereka akan lebih terutup dan lebih terhomat. (Al Ahzab: 59)
Tatkala ayat di atas turun, para wanita anshar pun bila keluar rumah seakan-akan si atas kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena pakaian (jilbab hitam) yang mereka kenakan. (hadist riwayat Abu Dawud II:182)
Lalu seperti apakah seharusnya seorang muslimah berpakaian? Cukupkah dengan hanya berjilbab? Lalu seperti apakah jilbab yang sesuai tuntunan syari’at?
Jilbab adalah kain yang dikenakan kaum wanita untuk menutup tubuhnya di atas pakaian yang dia kenakan. Definisi ini adalah menurut pendapat yang paling benar (penjelasan jilbab oleh Al Hafizh Ibnu Hajar, kitab Fathu Al-Bari I:336). Pada hadist lain disebutkan,
“Rasulullah sholAllohu ‘alaihi wassalam memerintahkan kami keluar untuk shalat ‘idul fitr dan ‘idul adha, baik yang masih gadis yang sedang menginjak dewasa, wanita-wanita yang sedang haidh maupun wanita-wanita yang dipingit. Adapun wanita-wanita yang sedang haidh mereka tidak ikut mengerjakan shalat, namun mereka menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak mempunyai jilbab. ‘Beliau menjawab, ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya’”.
Dari hadist ini dapat diketahui bahwa jilbab dituntut untuk dipakai ketika wanita keluar rumah. Jadi seorang wanita tidak boleh keluar rumah kalau tidak memakai jilbab. Dan yang namanya jilbab ialah pakaian yang menutupi mulai dari ujung rambut hingga telapak kaki. Seorang muslimah tidaklah halal dilihat oleh laki-laki yang bukan mahromnya, kecuali bila dia mengenakan khimar, disamping juga jilbab, hingga terutup rapat kepala dan lehernya. Khimar, yang dimaksud disini adalah tutup kepala, Syaikh Albani telah memeriksa pendapat para ulama salaf maupun khalaf mengenai definisi khimar, beliau mencatat lebih dari dua puluh nama ulama, yang mereka adalah para imam dan hafizh. Diantara mereka ada Abul Walid Al-Baji (wafat 474 H) yang memberikan tambahan keterangan mengenai khimar ini, semoga Alloh membalas dia dengan kebaikan, dengan perkataannya: “Tidak ada yang nampak darinya, kecuali lingkaran wajahnya.”
Namun justru saat ini, pemakaian sekaligus antara khimar dan jilbab ini sering dilalaikan oleh kebanyakan kaum wanita ketika mereka keluar rumah. Kenyataan yang ada mereka hanya memakai jilbab saja, atau hanya memakai khimar saja; bahkan, terkadang tidak memenuhi kriteria kedua-duanya. Terlebih lagi masih kita dapati, para wanita memakai kerudung tetapi masih terbuka bagian tubuh yang diharamkan oleh Alloh untuk mereka tampakkan, seperti rambut, kepala bagian depan dan leher. Yang mereka kenakan yaitu jilbab yang mereka sebut jilbab gaul atau jilbab cantik, yaitu penutup kepala yang banyak tertempel berbagai hiasan hingga menarik perhatian, dengan desain yang mengikuti mode paling kini katanya.
Padahal Alloh ta’ala telah menjelaskan hikmah dari perintah mengulurkan jilbab ini dengan firmanNya:
“Hal itu adalah agar mereka lebih mudah untuk dikenali dan tidak diganggu.” (QS. Al Ahzab:59)
Yaitu, bahwa bila seorang wanita itu memakai jilbab, bisa dimengerti bahwa dia adalah seorang wanita yang bersih, menjaga diri dan berperilaku baik. Sehingga orang-orang fasik tidak berani menggodanya dengan perkataan-perkataan yang kurang sopan. Berbeda halnya kalau dia keluar dengan membuka auratnya. Tentu dalam keadaan semacam itu dia akan menjadi incaran dan sasaran orang-orang fasik, sebagaimana yang kita saksikan dimana-mana. Sehingga kita sulit membedakan antara wanita muslimah dengan wanita-wanita kafir.
Demikian, adalah wajib bagi seluruh kaum wanita, baik yang merdeka, maupun yang budak untuk menutupkan jilbab ke seluruh tubuhnya ketika mereka keluar rumah. Maka wahai saudariku, kenakanlah jilbab sebagai bentuk keta’atanmu kepada Alloh dan RasulNya. Sungguh, perintah Alloh ta’ala akan memuliakanmu, menghindarkan dirimu dari kerusakan, menahanmu dari maksiat, melindungimu agar tidak tergelincir kepada kehinaan. Allohu’alam.
Disarikan dari Kitab Terjemahan, Jilbab Mar’ah Muslimah (Jilbab Wanita Muslimah), Penulis; Muhammad Nashiruddin Al Albani, Penerbit; Al Maktabah Al Islamiyah.
—Tambahan dari Muslimah.or.id—
Definisi Jilbab
Secara bahasa, dalam kamus al Mu’jam al Wasith 1/128, disebutkan bahwa jilbab memiliki beberapa makna, yaitu:
Qomish (sejenis jubah).
Kain yang menutupi seluruh badan.
Khimar (kerudung).
Pakaian atasan seperti milhafah (selimut).
Semisal selimut (baca: kerudung) yang dipakai seorang wanita untuk menutupi tubuhnya.
Adapun secara istilah, berikut ini perkataan para ulama’ tentang hal ini.
Ibnu Hazm rahimahulloh mengatakan, “Jilbab menurut bahasa Arab yang disebutkan oleh Rasulullah shallAllohu ‘alaihi wa sallam adalah pakaian yang menutupi seluruh badan, bukan hanya sebagiannya.” Sedangkan Ibnu Katsir mengatakan, “Jilbab adalah semacam selendang yang dikenakan di atas khimar yang sekarang ini sama fungsinya seperti izar (kain penutup).” (Syaikh Al Bani dalam Jilbab Muslimah).
Syaikh bin Baz (dari Program Mausu’ah Fatawa Lajnah wal Imamain) berkata, “Jilbab adalah kain yang diletakkan di atas kepala dan badan di atas kain (dalaman). Jadi, jilbab adalah kain yang dipakai perempuan untuk menutupi kepala, wajah dan seluruh badan. Sedangkan kain untuk menutupi kepala disebut khimar. Jadi perempuan menutupi dengan jilbab, kepala, wajah dan semua badan di atas kain (dalaman).” (bin Baz, 289). Beliau juga mengatakan, “Jilbab adalah rida’ (selendang) yang dipakai di atas khimar (kerudung) seperti abaya (pakaian wanita Saudi).” (bin Baz, 214). Di tempat yang lain beliau mengatakan, “Jilbab adalah kain yang diletakkan seorang perempuan di atas kepala dan badannnya untuk menutupi wajah dan badan, sebagai pakaian tambahan untuk pakaian yang biasa (dipakai di rumah).” (bin Baz, 746). Beliau juga berkata, “Jilbab adalah semua kain yang dipakai seorang perempuan untuk menutupi badan. Kain ini dipakai setelah memakai dar’un (sejenis jubah) dan khimar (kerudung kepala) dengan tujuan menutupi tempat-tempat perhiasan baik asli (baca: aurat) ataupun buatan (misal, kalung, anting-anting, dll).” (bin Baz, 313).
Dalam artikel sebelumnya, terdapat pertanyaan apa beda antara jilbab dengan hijab. Syaikh Al Bani rahimahulloh mengatakan, “Setiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yang tampak.” Sehingga memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab. Adapun makna lain dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau meghalangi dirinya, baik berupa tembok, sket ataupun yang lainnya. Inilah yang dimaksud dalam firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam surat al-Ahzab ayat 53,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi kecuali bila kamu diberi izin… dan apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepda mereka (para istri Nabi), maka mintalah dari balik hijab…

Kamis, 06 November 2008

Organisasi Fungsi Personil

A. Pendahuluan

Organisasi adalah unit sosial yang sengaja dibangun atau di shukturkan untuk mencapai tuiuan tertentu. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan tidak bisa dilepaskan dari organisasi fungsi personnel yang merupakan bagian dari fungsi personil dalam administrasi pendidikan. iika fungsi personil dalarn administrasi pendidikan di kelola dengan baik maka tujuan pendidikan akan tercapai.
Desain organisasi, dan organisasi fungsi personnel sangat menentukan keberhasilan dari suatu departemen maupun pada karyawan. Sudah menjadi pengetahuan umwn, bahwa dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang mmt penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber dengan manusia. Yang secara formainya dilaksanakan di suatu lembaga institusi yang disebut sekolah.
Organisasi fungsi personnel adalah salah satu subsistern dari pengelolaan tenaga kependidikan sebagai subsistem, maka ia wajib mendapat perhatian yang relatif sama dari manajer seperti halnya dengan subsistemsubsistem yang lain. Agar pendidikan dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Maka perlu dibahas mengenai fungsi personil organisasi yang meliputi : 1) rencana dilaksanakan melalui desain organisasi 2) pentingnya rencana struktural, 3) struktur fungsi personil, 4) penyesuaian fungsi personil, 5) fimgsi organisasi personil ditinjau dari manajemen pada aspek personalia.
Bila ada beberapa poin di atas telah be~alan sesuai dengan garisnya masing-masing penulis yakin dan percaya tujuan pendidikan akan mudah tercapai. Dazi bahasan organisasi fungsi personel kita akan mendapat garnbaran secara umum mengenai bagian-bagian yang akan dibahas dalain mata kuliah pengelolaan tenaga kependidikan. Bagian tersebut misalnya : perencanaan, rekrutmen, seleksi, penempatan, penilaian, pengembangan, kompensasi dan negosiasi kolektif
B. Pembahasan
1. Desain Organisasi
a. Pengertian Organisasi
Istilah organisasi berasal dari bahasa Latin, organum, yang berarti alat, bagian, unsur, unit anggota, atau badan . Sema defmisi, organisasi adalah unit sosial yang sengaja dibangun atau disbukturkan untuk mencapai tujuan tertentu . Dalam konteks institusi persekolahan, organisasi dapat didefinisilcan sebagai unit sosial yang berbasis pada ideologi akademik dan/atau vokasional yang sengaja dibangun dan distukturkan untuk mencapai tuiuan tertentu secara efektif dan efisien Tujuan itu idealnya dicapai melalui proses yang elegan berupa suasana yang kondusif,- iklim yang sehat, berbasis realitas, dan manusiawi, dengan hasil yang optimwn Frasa "tujuan tertentu" bermaksud mengakses, menunjukkan empati, dan membangun simpati terhadap institusi dan proses yang ada di dalamnya bagi keberhasilan mencapai standar kognitif, afektif, dan psikomotor yang dikehendaki dan dimungkinkan. inisiatif dan praktis pencapaian tujuan itu dilakukan melalui sistem ke~a sama atau kolaborasi sekelon4)ok orang, komunikasi persuasif, atau senjan motivasional. Untuk mencapai tuiuan tersebut mungkin juga dilakukan perilaku seem beriklan, asal realistis. Dari definisi di atas, sejatinya organisasi dapat diberi makna sebagai berikut :
1. Organisasi sekolah adalah sebuah unit sosial. Unit sosial merupakan komumtas sekolah Yang terdin atas kepala sekolah, guru, staf tata usaha, laboran tek ' nisi sumber belajar, pustakawan, penjaga sekolah, siswa, anggota Komite Sekolah, dan lain-lain
2. Unit sosial itu sengaja dibangun. Lernbaga sekolah didirikan dengan Menggunakan prosedur tertentu yang keberadaannya karena negara dan lulusannya dilegitimasi dan diakui oleh negara, baik sekolah itu diselendarakan, oleh pemerintah maupun masyarakat
3. Anggota. unit sosial itu beke~a saina. Meski mereka (kepala sekolah, guru, staf tata usaha, pustakawan, penjaga sekolah, teknisi, dan lamii-lain) melakukan tugas pokok dan fungsi yang berbeda, tetapi operasi kerjanya bersifat sinergis untuk menempatkan proses pendidikan dan pernbelajaran sebagai inti dari sernua petilaku
4. Unit sosial itu disbukturkan. Shuktur dimaksud adalah kepala sekolah, wakil kepala. sekolah, guru, staf tata usaha, siswa, dan lain-lain yang jika disebutkan kedalam bentuk organisasi sekolah masing-niasingnya menempati posisi yang jelas
5. Unit sosial itu bertujuan bersama. Tujuan bersama dari kornunitas sekolah adalah terselenggaranya, proses pendidikan dan pembelajaran yang bermakna bagi peserta pendidikan dan. pihak-pihak yang berkepentingan dengan sekolah
6. Tujuan itu ntcmgkum dimensi individu dan dimensi lembaga. Tujuan sekolah di pandang ideal jika mampu menciptakan keseirnbangan antara capaian yang dikehendaki oleh komunitas sekolah dan capaian. yang dikehendaki oleh lembaga
7. Ketika dishvkturkan, ada pemimpm dan ada. yang dipimpin. Kepala sekolah adalah pemimpin di sekolahnya. Kepala sekolah adalah "guru yang diben tugas tarnbaban sebagal kepala sekolah" maka, hubungan. antara kepala. sekolah dan guru untuk sebagian besar bersifat fungsional. dan kolegial. hubungan mereka yang bersifat atasan dengan bawahan banya terjadi jika berkaitan dengan unzan administratif dan. prosedur keda keorganisasian
8. Ketika ada pernimpin dan yang dipimpin, ada. hierarki kerja di luar alur kerja yang ditetapkan. di lingkungan internal sekolah, hierarki berlaku pula untuk hubungan eksternal, Contoh rillnya, jika kepala sekolah sedang berdinas luar atau' tidak dapat menjalankan tugas, walinya yang mengambil peran atau diberi kewenangan untuk itu, meski tetap ada batas-batasnya. Contoh lain, masalah-masalah yang dihadapi oleh guru tidak harus diselesaikan. olch kepala sekolah jika Wakil kepala sekolah dapat menyelesaikannya. Istilah hierarkis di sini lebih bermakna derni ketertiban alur kerja ketimbang hierarki ke seperti dianut oleh organisasi sekolah dengan pendebitan sentralisasi. Termasuk dalarn makna ini, pihak-pihak eksternal ingin secara kelembagaan berkepentingan dengan warga sekolah tidak secara serta-merta dapat berhubungan langsung. tanpa meminta. izin atau membuat pemberitahuan kepada kepala sekolah, meski tidak selalu harus demikian
9. Ketika distrukturkan, ada tugas dan ada tanggung jawab. Meski hubungan kerja antar personalia sekolah harus bersifat sinergis, setiap orang memiliki tugas utama sesuai dengan bidangnya. Mereka adalah subyek yang paling bertanggung jawab atas tugas utamanya itu. Personalia sekolah harus menjadi orang yang bertanggung jawab atas tugas-tugasnya dan tidak melemparkan tanggung jawab itu kepada pihak lain ketika terdapat ekses negatif atas tugas-tugas yang diembannya
10. Ketika ada tugas dan tanggung jawab, ada hak dan kewajiban. Personalia sekolah bukanlah pekerja rodi. Mereka yang telah menuaikan kewajibannya secara baik layak menuntut hak yang patut diterimanya
11. Ketika ada hak dan kewajiban, ada kriteria keberhasilan. Ketika mereka menjalankan kewajiban, ada kriteria keberhasilan kerjanya. Hak-hak yang diterima oleh personalia sekolah, idealnya berbasis pada kriteria keberhasilan tertentu. Personalia sekolah yang berkinerja tinggi (high performer). Dalam konteks MBS yang sesungguhnya, keragaman gaji guru dimungkinkan karena pengajian didasar atas pendekatan prestasi
12. Ketika ada kriteria keberhasilan, ada kriteria perilaku kerja. Usaha-usaha untuk mencapai keberhasilan tidaklah bersifat ”tujuan menghalalkan cara”, tetapi melalui proses yang benar. Kriteria perilaku komunitas sekolah harus bertumpu pada kaidah-kaidah akademik, pedagogis, sosiologis, moralitas, humanistik, ketuhanan dan kultural tertentu
13. Ketika ada kriteria perilaku kerja, ada satuan waktu kerja. Salah satu ciri sekolah sebagai organisasi formal adalah bahwa personalia sekolah (kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan sebagainya) bekerja dengan satuan waktu kerja tertentu. Mereka yang bekerja melebihi satuan waktu kerja yang diwajibkan, layak memperoleh imbalan tambahan, seperti penghasilan tambahan waktu untuk kelebihan jam mengajar
Hakikat organisasi adalah kerjasama, yaitu kesediaan orang saling berkomunikasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama . Individu harus bekerja sesuai dengan kehendak organisasi. Keseimbangan harus dijaga antara imbalan yang diberikan kepada individu terhadap pencapaian tujuan organisasi. Pengertian organisasi dalam arti kedasama dapat dikembalikan kepada Al-Quran seperti tercantum dalarn surat Al-Hujurat 13, berbunyi seperti berikut ini :
 ••           •      •    
Artinya : ”Wahai manusia! Sesungguhnya kami telah menciptakan kamu darijenis laki-laki dan perempuan, dan kamijadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Memberi Tahu (QS.49: 13)

Dari ayat di atas tergambar bahwa manusia tidak bisa terlepas dari manusia lain, satu sama lain saling membutuhkan. Maka untuk mencapai tujuan harus ada keda sama atau sering dis4bul dengan organisasi. Kemudian dengan menerapkan prinsip-prinsip manajernen qur'aini di dalarn organisasi, diharapkan setiap anak bangsa mampu menghidupkan kesadaran qur'aini di dalam pernikiran mereka . Maka dalam rangka menimbulkan kesadaran qur'ani tersebut diperlukan manajemen qur'ani untuk dipublikasikan kedalarn berbagai kehidupan organisasi. Dalain kegiatan organisasi dikembalikan kepada firman Allah sebagaimana tercanturn di surat Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi :


Artinya : ”Bertolong-tolonglah kamu atas dasar kebaikan dan ketakwaan, dan jangan kamu bertolong-tolong atas dosa dan permusuhan " (QS. 5: 2)

Dari ayat di atas, ada indikasi bahwa kcija sama dalam. mencapai tujuan harus didasarkan pada. manajemen Qur'aini. Bila keda, sama. telah dilakukan dalam hal. kebaikan maka akan mernbtuihkan hasil yang baik pula dan mendapat berkah dari Allah SWT. Apabila kerja sama itu aakukan atas dasar dosa. dan permusuhan, maka. Allah akan memben ganjaran yang setimpal. akan perbuatannya., baik ch durda maupun di' akhirat kelak Maka, dari itu organisasi kita, bangun berdasarkan manajemen Qur'aini

b. Desain Organisasi
Rencana dilaksanakan dengan menggunakan struktur organisasi, untuk mengatakan bahwa, pekedaan meliputi penerapan misi sistem yang, dibagi kedalam. bagian-bagian atau. unit-unit grup, kerja yang (menetapkan pekerjaan) di pusat administrasi sistem sekolah goodville diatur menggunakan program dan geography. Point yang penting dibuat disini adalah masing-masing unit di.: setiap pusat administrasi dan unit-unit pembantu. ditdapkw bagian-bagian program jangka. panjang untuk dikembangkan dan dilaksanakan. Sub unit organisasi, sejauh mungicin tidak difungsikan. W berard bahwa, aktivitas dikelompokkan kedalam. masing-masing unit yang memperhadkan tujuan tunggal secara keseluruhan. Fungsi personil misaInya, akan diperhatikan dengan daya. tarik, pemelihaman, dan pengembangan sistem personil
Gambaran umum tentang aktivitas unit organisasi saat memasukkan sistem tujuan yang luas kedalam rericana. yang lebih spesifik, sebagaimana makalah ini, diharapkan. mampu memberi pemahaman kepada pembaca tentang pola desentrdlisasi menurut pertimbangan sebelum diteruskan ke diskusi lebih lanjut pada. elemen lain meliputi susunan fungsi personil yaitu. prioritas, kebijakan dan keputusan, dan kelakuan administrasi

2. Pentinpya Rencana Struktural
Struktur organisasi berperan penting ketika dipandang sebagai rencana dalam hubungan posisi dan tujuan organisasi-organisasinya. Struktur bisa berbentuk fonnal, digambarkan dengan gmfik organisasi, panduan posisi, dan buku pedoman organisasi. Atau bisa juga berbentuk struktur informasi dengan tidak ada dokumentasi atau. infonnasi tentang sesuatu untuk menjelaskan segi operasional organisasi tersebut. Secara umum disepakati bahwa susunan shuktur menjadi berbeda, pentingnya dalain hal bagaimana organisasi dan para anggota melaksanakannya
Kondisi struktur membebankan para individu di dalam sistem yang lebih luas dan banyak. Anggota secara cepat belajar sesuatu tentang struktur. Ada alasan tertentu. yang akan menjadi dalil untuk membangun teknik dan rasionalitas administrasi kedalain struktur organisasi. Alasan-alasan tersebut adalah:
1. Struktur organisasi di desain sesuai dengan tujuan organisasi. Hal ini dibiasakan untuk memfasilitasi pertwnbuhan &n perkembangan individu yang akan hadir atau dipekedakan dalam sistem
2. Ketua pelaksana sistem diberi otoritas dan tanggung jawab terpusat
3. Organisasi desentralisasi dalarn unit pembantu. disertai dengan otonorni operasi yang rasional dalam unit-unit
4. Pekerjaan pengawas akan mendapat bagian dari kenyataan bahwa unit pembantu. tidak sanggup mencukupi keperluannya sendiri. Pengawas akan menyuplai pelayanan unit pembantu. yang tidak dapat dipenuhi oleh mereka sendiri, atau bisa juga dikeluarkan secara lebih efektif dari kantor pusat
5. Tanggung jawab ditugaskan pada suatu. posisi yang dibatasi sejauh mungkin oleh penampilan fungsi utama tunggal
6. Jumlah tingkatan otoritas dalam suatu organisasi dipelihara dengan minim
7. Gazis otoritas dan akuntabilitas digambarkan dengan jelas
8. Untuk setiap posisi dalarn suatu organisasi, ada yang menjadi posisi pembimbing dalam tulisan, indikasi alami, jangkauan, harapan, dan hubungan laporan posisi
9. Hal ini direalisasikan dengan adanya batasan jun-Aah posisi yang dapat diawasi secara efektif oleh individu tunggal
10. Setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab pada satu akuntabilitas pemimpin otoritas yang lebih tinggi untuk tindakan bawahannya secara absolut
11. Fleksibilitas shuktur penting untuk mengakomodasi kebutuhankebutuhan laki4aki dan perempuan modem
12. Walaupun shuktur organisasi secara kuat mempengaruhi sikap individu, hal ini tak termasuk bahwa sikap setiap individu di semua keadaan akan berorientasi pada organisasi

3. Struktur Fungsi Personfl
Organisasi masyarakat eksistensi hubungan erat antar bagian-bagian. Dalarn batinnya atau doktrin organisasi klasik adalah pengaturan bagianbagian dengan fungsi yang serupa kedalarn hubungan logika. Konsep ini diilustrasikan dalam gambar I yang menggambarkan fimgsi administrasi dan sub fungsi dalam sistem sekolah goodvillele . Tujuan skema seperti yang ditujukan dalam gambar I adalah untuk mengidentifikasi, mengidasifikasikan dan menghubungkan fungsi-fungsi utama dan sub fungsi yang hams dibentuk beberapa tempat dalam organisasi PM misinya adalah untuk dipenuhi/dikabulkan. Fungsi personil menjadi catatan/perhatian, dibagi dalarn sebelas area, termasuk rencana rekrutmen, seleksi, pelanfikar4 penilaian, perkembangan, kompensasi, perundingan, keamanan, kontinuitas dan informasi
Gambar 1
Fungsi Administrasi dan sub fungsi dalam sistem sekolah goodville

Cara lain melihat area yang lebih dulu adalah memisahkan mereka kedalam aktivitas pembuat keputusan dan pelaksana keputusan. Macammacam aktivitas pembuatan keputusan tertentu secara, umum memegang tanggu~g jawab pusat administrasi. Keputusan kebi akan melibatkan rangkaian aksi seperti, masalah-masalah juxnlah posisi dalam sistem, desain posisi, infonnasi dan sistem penilaian, dan kemampuan personil secara, umum dirumuskan oleh ketua pelaksana aksi bersama dengan anggota tim administrasi lainnya dan dengan Dewan Pendidikan. Bagaimanapun juga, pembuatan kebijakan juga dipengaruhi oleh sikap kolektif dan sistern di luar
Gambar 2 berisi ekspansi vertical sebelas area personil dfidentifikasi pada gambar 1. Tipe analisa tugas personil area berguna bagi perencanaan dalam berbagai hal. Hal ini memberi organisasi inf~rmasi tentang aktivitas yang dibutuhkan untuk merencanakan dan inelaksanakan ke& dengan efektif Kepastian isi dan tugas masing-masing area adalah suatu hal bagi perencana. Hal ini membefikan wawasan tentang sikap yang tugasnya dapat dengan efisien di desain dan digabungkan kedalam posisi. Tugas personil tertentu akan dibawa oleh pusat administrasi. Tugas lain, khusus bagi tipe pelaksma keputusan, menjadi tanggung jawab kepala unit. Seperti, kepala sekolah, kepala departemen, tim pimpinan. Rekrutmen personil misainya menjadi tugas yang dialokasikan bagi pusat administrasi seleksi personil bagaimanapun juga sering kali diresenhalisasikan. Konsep fimgsi melalui proses analisa di ilustrasikan, pada gambar.2 berikut ini :

Gambar 2
Konsep fungsi melalui proses analisa

Rencana SDM Rekrutmen Seleksi Penempatan Penilaian
Ramalam kebijakan personil, inventaris personil, struktur organisasi, desain, posisi, kuantitatif staf, kualitas staf, pengembangan, pemanfaatan, keseimbangan hubungan keterwakilan, pengendalian tinjauan. Panduan legislative, sumber pencarian internal dan eksternal, proses aplikasi, informasi, tinjauan - Kebijakan seleksi
- Faktor situasi
- Calon informasi
- Penyaringan
- Latar belakang evaluasi
- Penanawaran
- Pemenuhan syarat
- Tinjauan Penyesuaian komunitas
Penyesuaian diri sistem
Penyesuaian diri posisi
Penyesuaian diri personil
Tinjauan Kebijakan penilaian
Defenisi penampilan
Keefektifan bagi berbagai grup sistem
Proses penilaian
Tinjauan
Pengembangan 3.6
Tujuan kebutuhan
Tugas analisa
Alokasi tugas
Operasi Tinjauan
Informasi 3.11 Kontinuitas 3.10 Keamanan 3.9 Perundingan 3.8 Kompensasi 3.7
Pengawasan
Penyimpanan
Penyelamatan
Pemanfaatan Tinjauan Ketidakhadiran
Pelayanan
Kesehatan
Keselamatan
Tinjauan Masa jabatan
Pengunduran diri
Kebebasan
Akademik
Proses keluhan
Tinjauan Negosiasi
Kesepakatan
Administrasi
Kesepakatan
Tinjauan Kebijakan
Kompensasi
Faktor kompensasi
Penghargaan uang
Penghargaan non uang
Perangkat dan teknik
Pengaruh internal dan eksternal
Tinjauan


4. Penyesuaian Fungsi Personil Kedalam Struktur
Penyusunan fungsi personil tergantung pada variabel, seperti sifat dasar rencana organisasi yang ada, ukuran sistem, dan penyebaran staf administrasi, dan pandangan dewan sekolah tentang pentingnya sumber daya, manusia. Allah memerintahkan serta mendorong bagi setiap warp negara, dan umat Islam agar benzaha dengan giat untuk menuntut ilmu pengetahuan, karena, dengan ilmu pengetahuan seseorang akan menjadi sumber daya, manusia yang handal dan tftemperoleh derdjat yang tinggi di sisi Allah, sebagaimanajanji Allah dalam Al-Qur’an:
              
Artinya : ”Allah nwngangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan” (QS. 58 : 11)

Dari ayat di atas nampak jelas bahwa Allah memerintahkan kepada. hambanya selain untuk mengabdi kepada-Nya dan menuntut ilmu pengetahuan untuk mengangkat derajataya, baik di mata manusia, maupun di mata. Allah. Oleh karena itu Allah tidak menyukai orang yang bodoh lagi lemah. Dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki maka, orang akan beke~a secara profesional dan menjadi sumber daya manusia yang handal.
Variasi rencana untuk mendelegasikan tanggung jawab bagi pengelolaan fungsi personil dalam sistem sekolah adalah sebagai berikut:
- Tipe A. Tanggung jawab untuk funpi perspnil dibagi antara, semua administrator dalam sistem. Rencana ini termasuk unit staf bagi personil di pusat administrasi yang memberikan nasehat dan layanan untuk pusat administrasi dan juga untuk semua unit kehadiran dengan sistemnya. Semua administrator membagi tanggung jawab- tanggung jawab tertentu pada implementasi rencana sistem personil ydng lebih luas
- Tipe B. Tanggung jawab total bagi fungsi personil didelegasikan kepada, karyawan, seperti asisten pengawas bagi instruksi
- Tipe C. Tauggtmg jawab didelegasikan kepada unit staf dalam pusat administrasi, dikepalai oleh asisten pengawas bagi personil, dan unit memberikan nasehat dan layanan kepada sistem unit lainnya
- Tipe D. Tanggung jawab didelegasikau kepada komite personil kantor pusat, masmg-masing bertanggung jawab untuk melaksanakan aspek-aspek tertentu fungsi personil
- Tipe E. Tanggung jawab bagi fungsi personil dib* antara pengawas (bagi personil profesional) dan asisten pengawas bagi logistik (bagi personil layanan)
- Tipe F. Proses operasi personil ditugaskan kepada asisten administrasi bagi ketua pelaksanaan
Keberadaan variasi pola bagi penyusunan fimgsi personil adalah hasil daii banyak fikor ideologi, ekonomL sosiologi, dan ekologi. Walaupun tidak keseluruhan model ada dalam penyusunan fimgsi personil di semua wilayah, ada kesepakatan pertimbangan dalam teori dan praktisi bahwa dasar pemikiran pokok persoml adalah sebagai berikut:
- Fungsi personit didesain dengan semua individu, tanpa memperhatkan pemnan mereka, dilibatkan di berbagai sistem kerja
- Semua administmtor dilibatkm dalam beberapa tingkat dengan faktor manusia. Jadi pewnpilan fungsi personil dibagi dengan mengtkutsertalm masmg masmg admimstrator umt kehadmw dan pusat. Hal ini bermakna bahwa perbedaan aspek hngMi personil dikelola terbaik dengan individu pada tempat-tempat yang berbeda
- Fungsi personil diatur dengan fungsi sebagaimana diilustrasikan pada gambar 3

Gambar 3
Ilustrasi fungsi umum pengawas dan aktivitas homogen yang dihubungkan masing-masing fungsinya


5.
Organisasi Fungsi Personil Ditinjau dari Mansjemen Pads Aspek Personalia
Personalia ialah setnua anggota organisasi yang bekeda untuk kepentingan. organisasi yaitu mencapai tujuan yang "sudah ditentukan”. Personalia organisasi pendidikan men cakup para guru, para pegawai dan para wakil siswa/mahasiswa, termasuk juga para manajer pendidikan yang mungkin dipegang oleh beberapa guru
Manajemen personalia ialah bagian manajemen yang memperhatikan. orang-orang dalam organisasi. 16 Manajemen personalia merupakan salah satu subsistem manajemen perhatian terhadap orangorang itu mencakup : perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelantikan, penilaian, pengenibangan, kompensasi, perundingan kolektif, keamanan pelayanan berkelanjutan dan informasi dik.atakm sebagai fimpi manajemen personalia. Fungsi ini menunjukkan apa yang harus ditangani oleh manajer, pada personalia. Dan pada dasarnya organisasi fimgsi personil mencakup hal-hal di bawah ini

a. Perencanaan
Perencanaan merupakan suatu proses yang kontinu yang meli,puti rencana dan pelaksanaannya dan suatu rencana. pada, dasmya merupakan suatu kegiatan yang ditentukan , sebeluin melakukan berbagai kegiatan gima mencapai suatu tujuan. Demikian pula perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Planning) adalah merupakan bagian dari manaiemen sumber daya manusia, karena. adanya perencanaan maka kegiatan seleksi, pelatihan dan pengembangan serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan sumber daya manusia. lebih terarah sebagaimana, firman Allah SWT:
       •    •   •     
Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendakfah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.59 : 18)

Dari ayat AI-Qurlan di atas terdapat indikasi bahwa semua keoiatan perlu adanya perencanaan. Dengan perencanaan segala kegiatan-kegiatan akan lebih marah, jika kegiatan temrah maka akan mendapatkan hasil yang opfimal. Pada dasamya perencanaan tenaga kependidikan adalah sebuah rangkman aktivitas untuk mengantisipasi kepentingan di masa depan dan tuntunan lingkungan

b. Rekrutmen
Rekrutmen adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemarnpuan yang diperjukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian Istilah perekmtan semtiasa digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang diperlukan dalam kuantitatif dan kualitatif sistem ke6a yang terfokus pada kebutuhan administrasi pencarian karyawan

c. Seleksi
Seleksi merupakan proses yang dilaksanakan setelah berakhimya proses rekrutmen, mulai dari seleksi bahan sampai pada keputusan ditenma atau ditolak pelarnar tersebut. Proses ini dilakukan untuk mencari siapa yang terbaik diantara yang baik dari para pelamar, hingga tercapai keputusan diterima atau ditolaknya pelamar
Islam telah menetapkan jup bahwa, suatu ketetapan harus dilandasi oleh dasar-dasar Yang kuat, bukan karena rekayasa yang tanpa penelitian dan penyeleksian, Yang akhimya dapat mengakibatkan kesalahan dalam keputusan. Oleh karena itu seorang pemimpin sebelum mengambil keputusan harus mengwnbil berbagai langkah penting agar tidak salah langkah, dan langkah tersebut diantaranya adalah dengan melakukan seleksi dengan benar dan cennat terhadap hiformasi-infonnasi Yang ada. Sebagaimana Yang termaktub dalam surah Al-Hujarat ayat-6 berikut ini :




Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, peka datang kepadamu orang fasik membawa suatu berug maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu. kaum tanpa mengetahul keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. 15 : 6)

Konsep ayat di atas membenkan tuntunan tentang seleksi. Sebelum menolak atau menerima pelaxnar pekoaan guna mendapadm kwyawan Yang kualifaid maka harus diseleksi. Adapun dampak bila pekeda tidak melalui sticksi maka akan tedadi kerugian waktu, uang, usaha dan kesempatan pendidikan

d. Penempatan
Penempatan dapat didefinisikan sebagai usaha orgaqisasi secara sistematis untuk membantu personil dalam menye I suaikan diri secara nyata dan efektif untuk tugas-tugas Yang baru, sehingga personil dapat Membedkan kontribusi Yang posisi mereka, dapat dipahami bahwa, penempatan memberikan pandang Yang suatu pekerjaan, seperti seseorang Yang baru untuk sistem atau seseorang dengan sistem yang menghadapi tugas baru melalui hadist yang berbunyi :

Artinya : ”Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya (HR Bukhori)



Sesuai dengan firman Allah SWT Surat Al-An'am ayat 35:



Artinya : “Katakanlah wahai kaumku, bekerialah menurut profesimu masing-masing, sesungguhnya aku adalah orang yang bekerja.. (QS.6: 35)

Baik dari hadis maupun ayat Al-Qur'an di atas maka setiap orang harus bekoa. sesuai dengan keabliannya, baik sebagai guru, karyawan, maupun kepala. sekolah. Dalam bahasa. lain dengan. kakinat di atas setiap orang beke6a, secam profesional. sesuai dengan profesinya

e. Penilaian
Penilaian merupakan upaya perbandingan antara hasil yang nyata, dicapai setelah satu. tahap tertentu selesai dike6akan dengan hasil yang seharusnya. dicapai untuk hasil tahap tersebut. Jadi penilaian dilakukan setelah satu tahap tertentu dilalui, menghasilkan informasi tentang tepat tidaknya sernua komponen dalam proses manajerial. Allah SWT berfmnan. dalarn surah At-Taubah ayat 65:



Artinya : “Dan katakanlah "Bekerjalah kamu makaAllah dan RasulNya serta orang-orang mulanin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitahukan pada kamu apa yang telah kamu kerjakan (QS. 9: 105)

Dari ayat di atas nampak jelas bahwa semua urusan atau peke&an tidak terlepas dari penilaian. Apabila seseorang melakukan pekerjaan dengan baik maka akan memetik hasil yang baik juga. Penilaian tersebut bukan saja orang yang akan menilainya, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kita kedakan

f. Pengembangan
Sebagai suatu organisasi yang bertumbuh, lembaga pendidikan selalu membutuhkan perhatian ke dalam yaitu terhadap dirinya sendiri. Perhatian itu tertuju kepada, usaha mempertahankan kelangsungan hi dup, peningkatan dan agen pembaharuan. Salah satu "vitas untuk mencapai usaha itu ialah dengan jalan melakukan pengembangan personalia. pendidikan. Pengembangan ini terutama untuk mencegah pemakaian pengetahuan yang sudah usang dan pelakmaart tugas yang sudah ketinggalmi zaman.
Tujuan latihan dan pendidikan personalia. ialah (1) untuk merungkatkan kuantitas output, (2) meningkatkan Icualitas output, (3) merealisasi perencanaan personalia, (4) meningkadm moral ke~a, (5) meningicatican penghasilan/keseiahteraan, (6) meningkatkan kesehatan dan keamanan, (7) mencegah ketuaan, dan (8) untuk mengembangkan personalia. 2' Dengan latihan dan pendidikan akan diperoleh personalia pendidikan yang tcup muda dalam semangat, pengetahuan, dan keterampilan. hii berarti merupakan peluang untuk meningkatkan moral keda, dan kuantitas maupun kualitas output. Bila produktivitas meningicat tidak mustahil kesejahteraan personalia. juga meningkat, yang dapat berupa hasil-hasil keda nyata., Oeningkatan proyek dari pemerintah, dan kepangkatan yang lebih pesat. Latihan dan pendidikan ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kesehatan jiwa, dan rasa aman personalia pendidikan, karena. mereka merasa punya, bekal pengetahuan yang memadai dan niampu melaksanakannya. Pengembangan personalia ini adalah merupakan realisasi dari perencanaan personalia

g. Kompensasi
Kompensasi berarti penghargaan/ganjaran pada. para pekeda. yang memberikan kontribusi dalam mewujudkan tujuan, melalui kegiatan yang disebut bekerja. Dimana. Pekerjaan yang dilaksanakan harus relevan, sehingga. merupakan kontribusi dalam usaha, mewujudkan tujuan organisasi. Fenomena, kompensasi dapat dilihat pada fuman Allah SWT:


Artinya : Atau kamu meminta kepada mereka?. maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik dan Dia a"ah Pemberi rezeki Yang Paling Baik- (QS, 34: 47)
Dari ayat, di aw telah tergambar bahwa. Allah akan memberi ganjaran kepada mereka, yang bekeda, apalagi sesama manusia. Bila suatu pekedam dilakukan semata-mata hanya mengharap ridho Allah SWT, maka. Allah akan memberi rezeki (kompensasi) yang baik kepada yang bekeda

h. Perundingan Kolektif
Kontrak dan penmdingan kolektif dan penetapan undangundangan legislative pada pertengahan abad ke 20 telah diciptakan macam-macam masalah personil untuk kepala sekolah, termasuk resolusii isu-isu yang berhubungan dengan hak-hak personil dalam masalah prestasi, penilaian, senioritas, proses hak pengujian pekerjaan, keluhan, prosedur, cuti absen, keadaan Peke6aan, Pengaturan kurikulum dan pengajaran
Islam juga mengajarkan mengenai keharUSan melaksanakan perundingan atau musyawarah dalam setiap urusan bersarna. Allah berfirman dalam Al-Quean surat Ali Imron ayat 159 sebagai berikut :


Artinya : .....Dan bermusyerwarah depgan mereka dalam persoalan yang dihadapi.. (QS. 3: 159)

i. Keamanan
Jaminan personil atau security of personneA berasal dan dua kata, yaitu security dan personnel. Security berard jaminan, keamanan, perlmdungan dan tanggungan, sedangkan personnel berarti pengawas.Security dalam, ard sempit dapat diartikan sebagai keamanan, namun keamanan disini mencakup keamanan dalarn segala bidang. Bicara masalah keamanan Allah SWT berfirman dalam surat Al-An'am ayat 82 yang berbunyi :



Artinya "Orang-orang beriman dan fidak mencampur adukan iman mereka dengan kedzoliman (Syirik) mereka itulah orangorang yang mendapat keamanan dan mereka itu orang orangyang mendapalpetunjuk" (QS. 6: 82)

Dari ayat di atas bahwa jaminan keamanan safigat penting bagi organisasi maupun individu. Allah memberi jaminan kepada manusia akan keamanan apabila orang tersebut tidak mencampur adukan antara yang hak dan yang bathil. Disamping itu jug4 Allah akan memberi petunjuk. Terlebih datain suatu organisasi, baik penmhaan maupun pemerintahan jaminan keamanan telah diatur dalam Undang-Undang

j. Pelayanan Berkelanjutan
Berbicara masalah pelayanan berkelanjutan - ticlak bisa dilepaskan tentang apa yang dimaksud dengan pensiunan, karena dalam dunia keda pelayanan berkelanjutan disebut juga dengan pensiunan. Adapun pensiunan yang dilakukan pada tenaga ke~a dapat dilakukan dengan berbagai faktor sehingga dilakukan pemutusan hubungan kerja
Pensiunan merupakan peristiwa penting dalain kehidupan seseorang dan organisasi mempunyai tanggung jawab utama dalam memudahkan peralihm dalam suatu tahap kepada tahap lain. Menurut Casteter pelayanan berkelanjutan merupakan cita-cita, rencana, tanggung jawab pengendalian personil setelah seseorang melakukan peke~aan, setidaknya merupakan balas jasa, dan asuransi, Rasulullah Saw memberi garnbaran tentang pensiunan sebagai berikut :



Artinya : ”Berilah kepada seseorang tenaga pekerja upahnya sebelum keringatnya kering” (HR. Ibnu Majah)

Dari hadis tersebut Rasulullah menggambarkan tentang pembayaran upah seseorang tenaga kerja, baik tenaga pekeda masih aktif bekerja ataupun ketika tenaga pekeda tidak bekeda lagi. Nabi juga berisyarat pemberian kompensasi sebelum letihnya hilang atau sebelum ajalnya tiba yang akan dinikmati pada usia tuanya

k. Informasi
Informasi adalah suatu bagian yang penting sekali dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sebuah sistem sekolaO sistem informasi memainkan pemnan penting tidak hanya dalam memelihara organisasi dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga akan menyediakan untuk kemajuan dan pertumbuhan. Adapun informasi pendidik dan tenaga kependidikan dapat ditinjau dari dalam dan luar seperti yang terlihat pada gambar 4 berikut ini :




C. Penutup
1. Kesimpulan
Dari uraian makalah di atas dapat disimpulkan :
a. Hakikat dari organisasi adalah kerjasama, yaitu kesediaan orang saling berkomunikasi dan berinteraksi untuk mencapm tuJuan bersama
b. Struktur organisasi bcrperan pcnting ketika dipandang sebagai rencana dalam hubungan posisi dan tujuan-tujuan organisasinya
c. Organisasi fungsi personnel tidak terlepas pada manajemen pada perencanaan, rekrutinen, seteksi, penempatan, penilaian pengembangan, korapensasi, keamanan dan kelanjutan, perundingan kolektif, dan informasi
d. Perencanaan pada dasamya merupakan suatu kegiatan yang ditentukan sebelum melakukan berbagai kegiatan guna mcncapw suatu tujuan
e. Rekrutmen adalah serangkaian aktMtas mencad dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang di identiftasi dalam perencanaan kepegawaian
f. Seleksi merupakan proses yang dilaksanakan setelah berakhimya proses; rekrutinen, mulai dari seleksi bahan sampai pada keputusan diterima atau ditolak pelamar tersebut
g. Penempatan dapat didefenisikan sebagai usaha organisasi secara sistematis untuk membantu pcrsonil dalam menyesuaikan did seem nyata dan efektif untuk tugas-tugas yang baru
h. Penilaian merupakan upaya perbandingan antara hasil yang nyata dicapai setelah suatu tahap tertentu selesai dike~akan dengan hasil yang seharusnya dicapai
i. Pengembangan sebagai usaha untuk peningkatan aktivitas kinerja
j. Kompensasi berarti pengharga/ganjaran pada pekeda yang memberikan kontribusi dalam mewujudkan tujuan
k. Perundingan kolektif diciptakan untuk masalah-masalah personil untuk kepala sekolah termasuk isu-isu yang berhubungan d,~ngan hakhak personil
l. Dengan rasa aman, potensi- dan semangot -keda akan muncul untuk mewujudkan rdsa aman yang tidak terlepas pada aspek finansial
m. Pensiunan/pelayanan berkelanjutan merupakan peristiwa yang penting dalam kehidupan seseorang, dan organisasi mempunyai tanggung jawab utama dalam memudahkan peralihan dalam suatu tahap kepada tahap lain
n. Apabila organisasi fungsi personnel sudah be&lan seperti apa yang diharapkan, maka pendidikan akan tercapai melalui pengelolaan tenaga kependidikan


2. Saran
a. Makalah dengan judul organisasi fimgsi personil membahas sekilas masalah kegiatan-kegiatan dalam pengelolaan tenaga kependidikan maka penulis menyarankan bagian-bagian dari bahasan ini dibaca dengan seksama dalam makalah-makalah yang lain
b. Penulis juga menyarankan makalah ini mesti diperdalam karena sebagai tenaga pendidik dan kependidikan tidak bisa dilepaskan. dari kegiatan yang dibahas dalam makalah ini
c. Selain itu tesis yang berkenaan tentang keberhasilan suatu organisasi personil masih minim diteliti, padahal kajian ini sangat kompeten dalam menentukan keberhasilan sistem pendidikan, maka tidak salahnya tesis Bapak/Ibu dikaitkan dengan kajian dalain makalah ini
d. Terakhir, penulis makalah butuh kritik, sam yang membangun sehingga dapat memudahkan penulis dalam menulis tesis

DAFTAR PUSTAKA


Abdillah, Muhammad Imam, Shahih Bukhari, Beirut: Dar Fikr. 1401 H

Al-Math, Faiz M, 1100 Hadist Terpilih Sinar Ajaran Muhammad Saw, Gema Insani Press, Jakarta: 1992

Amstrong, Michael, Manaftmen Sumber Daya Manusia, Elek Media Compotindo, Jakarta: 1994

Arifin, Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Vmum, Bumi Aksara, Jakarta: 2000

Castetter B. William, The Personilel Function In Educational Administration, ThirdEdition, Macmillan Publishing Co.Me, New York. 1987

Danim, Sudarman, Visi Baru Manajemen Berbasis Sekolah, Bumi Aksara, Jakarta : 2006

Departemen Agama Rl, Al-Quran dan Terfemahan, Semarang: 1999

Departemen Pendidikan Nasional, Peningkatan Wawasan Keagamaan Islam, Depdiknas, Jakarta: 1999

Fattah, Nanang, Landasan Manaftmen Pendid(kan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung: 2003

Hasibuan Lias, Mele/itkan Mutu Pendidikan, Sapa Project, Jambi : 2004

Mukhtar dan Widodo Suparto, Manajemen Berbasis Sekolah, Fifamas, Jakarta 2003

Nawawi, Hadari, Kepemimpinan Menurut Islam, GaJah Mada University Press, Yogyakarta: 1993

Pidarta, Made, Manaftmen Pendidikan Indonesia, Rineka Cipta, J4karta: 2004

Sadeli, Hasan dan Echol, John.M, An-English - Indonesia Dictionary, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 1996

Simamura, Hendry, Manajemen Sumber Daya Manusia, STIE YKPN, Yogyakarta
:1999 1
Credit By : Azr

AQSAM AL-QUR’AN (Sumpah Al-Qur’an)

A. Pendahuluan
Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. Secara berangsur-angsur selama + 23 tahun, baik di Madinah maupun di Mekkah. Al-Qur’an sebagai wahyu Allah berfungsi untuk merekonstruksikan adat istiadat jahiliyah yang menyimpang dari tata nilai ketuhanan yang agung. Dengan turunnya Al-Qur’an, berubahlah peradaban jahiliyah menjadi peradaban Islam yang penuh dengan nilai-nilai ketuhanan yang tinggi, di mana harkat dan martabat manusia di junjung dan dihormati antar sesama.

Turunnya Al-Qur’an di dunia Arab tidak semata-mata di terima oleh bangsa Arab, tetapi mengalami perlawanan yang tak henti-hentinya dari mereka. Alasannya tidak lain bahwa Al-Qur’an adalah alat propoganda yang dibuat-buat oleh Muhammad untuk menghasut masyarakat Arab untuk meninggalkan sesembahan mereka, berhala. Akan tetapi, hal ini terbantahkan dengan realita bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang ‘ummu (tidak bisa baca membaca dan menulis). Hal itu untuk membuktikan bahwa Al-Qur’an benar-benar murni berasal dari Allah.
Salah satu mukjizat Al-Qur’an yang tak terbantahkan lagi adalah ketinggian bahasa dan sastra Al-Qur’an. Tidak ada seorangpun dari mereka yang mampu mendatangkan semisalnya, walaupun hanya satu ayat saja. Sehingga, dari sinilah muncul berbagai disiplin ilmu linguistik, seperti nahwu (tata bahasa Arab) dan balaghah (sastra). Dan salah satu aspek kebahasaan yang menarik untuk dikaji dari Al-Qur’an adalah tentang aqsam Al-Qur’an (kata-kata sumpah yang terdapat dalam Al-Qur’an).
Secara historis, turunnya Al-Qur’an tidak bisa diabaikan begitu saja dengan tradisi Arab di mana ia diturunkan. Munculnya Aqsam Al-Qur’an pung tidak terlepas dari tradisi bangsa Arab pada waktu. Sejarah bangsa Arab menuturkan bahwa sumpah termasuk bagian dari tradisi yang telah lama dianut oleh masyarakat Arab. Mereka bersumpah bila bermaksud untuk menguatkan pernyataan mereka, atau untuk menegaskan perintah, atau menghilangkan keraguan dari lawan bicara. Kebiasaan ini terus berlanjut hingga sekarang. Bedanya, sebelum mereka memeluk Islam, sumpah yang mereka ucapkan adalah atas nama latta dan Uzza sesembahan mereka, sedangkan setelah memeluk Islam, sumpah yang mereka ucapkan atas nama Allah.
Dalam makalah ini, pemakalah akan membahas tentang hakekat qasam Al-Qur’an dengan bagian-bagiannya; definisi, singkat, unsur-unsur ungkapan-ungkapan dan faedah penggunannya dalam Al-Qur’an serta hal-hal yang berhubungan dengannya.

B. Pembahasan
1. Defenisi Aqsam Al-Qur’an
Secara etimologi kata (Aqsam) adalah bentuk jamak dari (qasam) yang berarti atau (sumpah). Sedangkan secara terminologi, qasam berarti suatu kalimat yang memberi penegasan atau ta’kid terhadap berita atau tuntunan yang disampaikan.
Menurut Manna’ Khalil Al-Qatman atau adalah pengikat jiwa agar tidak melakukan sesuatu yang atau melakukan sesuatu dengan suatu makna yang dipandang besar, agung, baik secara hakiki maupun secara I’tiqadi, oleh yang bersumpah itu.
Kemudian, Manna’ Al-Qatham menjelaskan bahwa meskipun kata Al-Qasam bersinonim dengan kata Al-Yamin atau Al-Hilf, tapi ada perbedaan antara keduanya. Menurutnya, Al-Qasam lebih cenderung kepada sesuatu yang lebih besar dan dipandang dapat mempengaruhi jiwa, sedangkan Al-Yamin memiliki maksud untuk menghilangkan pertentangan atau bantahan tanpa mempengaruhi jiwa. Selanjutnya kata Al-Yamin (tangan kanan) dipakai karena tradisi Arab yang sering mengulurkan atau memegang tangan kanan ketika bersumpah kepada orang lain. Namun dapat dikatakan bahwa terminologi Al-Qasam lebih umum dan lebih sering digunakan dari pada dua kata tersebut diatas.
Dari penjelasan defenisi di atas, qasam dapat di formulasikan seabagai suatu cara atau ungkapan dan ucapan dengan bentuk dan cara tertentu untuk menyakinkan mukhathah (orang yang diajak bicara/orang lain) tentang kebenaran yang disampaikan oleh orang yang melaksanakan sumpah. Sedangkan qasam yang terdapat dalam Al-Qur’an tidaklah berbeda dengan tujuan itu, yaitu untuk menguatkan orang yang masih ragu-ragu akan kandungan Al-Qur’an.
2. Sighat dan Unsur-unsur Qasam
Sighat qasam yang biasa digunakan dalam Al-Qur’an adalah sighat fi’il atau kata kerja Aqsama atau ahlafa yang ditransitifkan (muta’addi) dengan huruf ba untuk sampai kepada maqsam bih (sesuatu yang digunakan untuk bersumpah), lalu disusul dengan maqsam ‘alaih (sesuatu yang karena sumpah diucapkan), yang dinamakan dengan jarwah qasam. Contoh dari sighat qasam tersebut adalah :




Pada ayat tersebut diatas bisa dijabarkan sebagai berikut :
3. (Allah) adalah muqsam bih
(Allah tidak akan membangkitkan orang mati) adalah muqsam ‘alaih atau jawab qasam.
Jadi unsur-unsur yang terdapat dalam sighat qasam itu ada empat :
Yaitu :
1) Fi’il qasam
2) Huruf qasam
3) Muasam bih
4) Muqsam ‘alaih atau jawab qasam
Keempat unsur ini harus ada dalam setiap sighat qasam. Namun, kerena qasam itu sering digunakan dalam percakapan. Maka biasanya diringkas, yaitu dengan cara menghilangkan fi’il qasam dan diganti dengan huruf qasam; ba atau wawu atau ta, seperti :



Namun, jika diperhatikan dalam penggunaan-penggunaan sighat qasam yang menggunakan huruf ba dan ta ini sangat jarang sekali ditemukan dalam Al-Qur’an. Bahkan, yang menggunakan huruf ba itu hanya ayat an-Nahl diatas dan an-Nur ayat 53. itupun disertai dengan fiil qasam, seperti :
              •  •     
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, Pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: "Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Jika melihat pada bentuk-bentuk qasam, tidak semua fi’il qasam menggunakan kata kerja yang secara jelas artinya sumpah sebagaimana dalam contoh-contoh tersebut diatas, seperti :




Lafadz (mengambil janji) pada ayat diatas diartikan dengan . Para mufasir mengfungsikan ayat tersebut sebagai suatu qasam, sedangkan lafadz (hendaklah kamu menerangkan) sebagai jawab qasam.
Unsur berikutnya adalah qasam bih (sesuatu yang digunakan untuk bersumpah). Dalam hal ini, terkadang Allah bersumpah dengan menggunakan dirinya sendiri dan terkadang dengan nama makhluknya. Ketika bersumpah dengan nama atau Dzat-Nya yang kudus atau dengan sifat-sifatnya yang khusus, itu berarti untuk meneguhkan eksistensi diri dan sifat-sifatNya yang tinggi. Sedangkan ketika Allah bersumpah dengan nama makhlukNya, maka hal itu untuk menunjukkan kekuasaan-Nya yang besar. Selain itu, juga menunjukkan bahwa makhluk itu ada yang menciptakan dan mengendalikan yaitu Allah. Juga untuk menunjukkan suatu manfaat atau nilai-nilai yang terkandung dalam makhluk tersebut agar menjadi pelajaran bagi manusia.
Allah telah bersumpah dengan menggunakan Dzat-Nya sendiri dalam Al-Qur’an pada tujuh tempat.
1) Surat At-Taubah ayat 7
                     •    
Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu Telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharaam? Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

2) Surat Saba’ ayat 3
          •                        
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku yang mengetahui yang ghaib, Sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)",

3) Surat Yunus Ayat 53
              
Dan mereka menanyakan kepadamu: "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah: "Ya, demi Tuhanku, Sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)".

4) Surat Maryam ayat 68
        
Demi Tuhanmu, Sesungguhnya akan kami bangkitkan mereka bersama syaitan, Kemudian akan kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.

5) Surat Al-Hijr ayat 92
 •  
Maka demi Tuhanmu, kami pasti akan menanyai mereka semua,

6) Surat An-Nisa’ ayat 65
                   
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

7) Surat Al-Ma’arij ayat 40
       
Maka Aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki timur dan barat, Sesungguhnya kami benar-benar Maha Kuasa.

Selain pada ketujuh ayat itu, semua sumpah dalam Al-Qur’an adalah dengan menggunakan nama makhluk-Nya seperti :
1) Surat Asy-Syams ayat 1-7
       •                   
1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
2. Dan bulan apabila mengiringinya,
3. Dan siang apabila menampakkannya,
4. Dan malam apabila menutupinya
5. Dan langit serta pembinaannya,
6. Dan bumi serta penghamparannya,
7. Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

2) Surat Al-Lail ayat 1-3
    •        
1. Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
2. Dan siang apabila terang benderang,
3. Dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

3) Surat Al-Fajr ayat 1-4
           
1. Demi fajar,
2. Dan malam yang sepuluh
3. Dan yang genap dan yang ganjil,
4. Dan malam bila berlalu.

4) Surat At-Tin ayat 1-2
 •    
1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun
2. Dan demi bukit Sinai

Setelah menelaah contoh-contoh diatas, maka muncullah beberapa analisa tentang penggunaan qasam tersebut. Mengapa Allah bersumpah, dan lebih banyak menggunakan nama makhluk-Nya, apa sebenarnya hikmah yang terkandung di balik sumpah-sumpah itu.
Manna’ Al-Qahan menyebutkan bahwa secara apologis bisa saja Allah bersumpah dengan nama makhluk-Nya sesuai keinginan-Nya, dan sumpah Allah kepada makhluk-Nya menujukkan kebesaran Allah swt.
Ahmad Badawi, mengemukakan bahwa sumpah Allah dengan Dzat-Nya adalah untuk menunjukkan ke-Mahabesaran-Nya, sedangkan sumpah Allah dengan mengatasnamakan makhluknya menunjukkan bahwa pada muqsam bih yang digunakan terdapat unsur-unsur tertentu yang perlu diperhatikan dan dikaji lebih jauh bagi kemaslahatan manusia itu sendiri, di samping memikirkan penciptaannya obyek sumpah tersebut perlu pengkajian dan pemahaman lebih lanjut, karena biasanya adalah suatu yang sangat penting, namun kurang dipahami oleh kebanyakan orang.
Ada juga yang memahami bahwa setidaknya ada dua unsur penting dalam muqsam bih tersebut, Pertama ada suatu keutamaan atau nilah lebih yang terkandung di dalamnya. Seperti terdapat dalam surat At-Tin Ayat 2-3
Kedua, ada unsur manfaat dalam konteks ayat, seperti pada surat At-Tin ayat 1
Ada tiga pendapat tentang sumpah Allah dengan nama makhluk-Nya :
1) Dari struktur kebahasaan. Pada kata-kata sumpah tersebut sebenarnya ada kata yang dihilangkan. Yaitu mudhaf-nya. Contoh :
2) Kultur Arab yang mempunyai anggapan yang agung pada kata-kata yang dijadikan lafadz qasam tersebut. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka menggunakan nama-nama benda tersebut dalam sumpahnya. Al-Qur’an turun dengan memakai lafadz sumpah yang biasa mereka ungkapkan dan telah mereka kenal agar lebih mudah mereka pahami.
3) Sumpah ini menunjukkan sesuatu yang Maha Agung, sedangkan tidak ada lagi yang Agung selain Allah swt. Maka Allah bersumpah dengan nama makhlukNya dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa semua makhluk itu ada yang menciptakannya. Sehingga pada dasarnya perbuatan lafadz makhluk dimaksudkan menyebut Dzat-Nya.
Penafsiran yang mendalam telah banyak dilakukan oleh para ulama dalam menyikapi makna hakiki dari sumpah Allah ini, baik pada aspek muqsam bih atau muqsam ‘alaih ataupun menyangkut keduanya. Semuanya sepakat bahwa sumpah-sumpah tersebut memiliki makna multidimensial. Oleh karena itu menutup kemungkinan munculnya interestasi baru terhadap pemahaman mengenai qasam ini, ataupun untuk memperkuat penafsiran serta pemahaman yang telah ada.
Diantara interprestasi yang muncul adalah bahwa ada keterkaitan yang sangat penting antara muqsam bih dengan muqsam ‘alaih. Sumpah bukan hanya untuk memperkuat, tapi juga untuk menjaga konsistensi kebenaran itu sendiri hingga akhir. Ketika Allah bersumpah atas nama waktu, maka Allah menjelaskan kebenaran tentang sesuatu yang abstrak namun memiliki nilai penting dalam kehidupan. Atau mengenai akhirat yang kebenarannya pasti terjadi, sebagai hari akhir yang tidak lagi mempunyai batas waktu.
Unsur berikut adalah muqsam ‘alaih. Pada umumnya, setiap qasam harus diikuti dengan muqsam ‘alaih. Sebab, muqsam ‘alaih adalah untuk memperkuatnya. Namun, adakalanya suatu qasam tidak menyebutkan muqsam a’alaihnya secara jelas. Para ulama berpendapat untuk mencari wujud muqsam ‘alaih yang tersembunyi tersebut. Contohnya adalah surat An-Nazi’at ayat 1-6.


•   •               
1. Demi (Malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
2. Dan (Malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,
3. Dan (Malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
4. Dan (Malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,
5. Dan (Malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia)
6. (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang Alam,

Muqsam ‘alaih yang tidak tercantum ini adakalanya disebabkan konteks pernyataan tersebut telah sempurna, atau muqsam bih yang ada telah mengidikasikan secara jelas muqsam ‘alaihnya. Seperti dalam surat al-fajr ayat 1-4.
           
1. Demi fajar
2. Dan malam yang sepuluh
3. Dan yang genap dan yang ganjil,
4. Dan malam bila berlalu.

Penyebab lain muqsam ‘alaih yang tidak tercantum adalah karena hal tersebut diterapkan oleh pernyataan yang disebutkan sesudahnya seperti surat Al-Qiyamah ayat 1-2.
       •  
1. Aku bersumpah demi hari kiamat,
2. Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)

Jawab qasam tidak disebutkan karena disebutkan pada ayat sesudahnya yaitu :
   
Pada umumnya, sumpah Allah dalam Al-Qur’an senantiasa dicantumkan muqsam ‘alaih-nya. Seperti dalam surat Al-Balad ayat 1
    
1. Aku benar-benar bersumpah dengan kota Ini (Mekah),

Jawab qasam-nya adalah ayat sesudahnya, yaitu :
    

Dari topik, muqsam ‘alaih dapat dibedakan dua bagian : Pertama, bagian yang menyebut masalah keimanan. Kedua, masalah kemaslahatan. Ibn Al-Qasim telah menjelaskan keadaan muqsam ‘alaih dalam beberapa bagian sebagai berikut :
1) Sumpah Allah tentang kebenaran tauhid, iman dan Al-Qur’an. Seperti ayat Ash-Shafat ayat 1-4
   •    •  •   
1. Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya
2. Dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),
3. Dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,
4. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.

2) Sumpah Allah tentang kebenaran Rasul-Nya. Seperti surat Yasin ayat 1-4

     •       
1. Yaa siin
2. Demi Al Quran yang penuh hikmah,
3. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
4. (yang berada) diatas jalan yang lurus,

3) Sumpah Allah tentang balasan janji, dan ancaman, seperti surat Adz-Adzariyat ayat 1-6
          •      •   
1. Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat.
2. Dan awan yang mengandung hujan,
3. Dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah.
4. Dan (Malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan
5. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar.
6. Dan Sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.

4) Sumpah Allah tentang keadaan manusia, seperti ayat Al-Lail ayat 1-5
    •         •    •   • 
1. Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
2. Dan siang apabila terang benderang,
3. Dan penciptaan laki-laki dan perempuan,
4. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,





5) Sumpah Allah tentang sifat manusia. Seperti surat Al-Ashr ayat 1-3
  •              
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Berdasarkan klasifikasi tersebut terlihat bahwa yang menjadi muqsam ‘alaih adalah pernyataan yang berhubungan dengan masalah-masalah yang urgen dalam kehidupan manusia . dari kenyataan tersebut dapat dipahami bahwa muqsam ‘alaih juga memiliki hikmah sebagaimana muqsam bih yang patut pula ditelaah. Pertanyaan yang mengemuka adalah apa yang tersirat di balik pernyataan muqsam ‘alaih yang dihantar oleh muqsam bin, terlebih lagi bila dikaitkan dengan universalkan Al-Qur’an.
Berdasarkan sighat muqsam yang terdapat dalam Al-Qur’an, maka qasam terbagi menjadi dua :
Pertama, Qasam Dzahir yang bisa diketahui maksud pertanyaannya secara jelas menunjukkan ciri qasam-nya. Ciri tersebut adalah fi’il qasam atau la nahiliyah dan adanya muqsam bih.
Kedua, Qasam mudzman yakni qasam yang tidak diketahui dengan jelas bila ditinjau dari pernyataannya. Untuk mengetahui qasam semacam ini dapat ditempuh melalui dua cara.
Pertama dari lam mu’akadah yang tertulis dan menunjukkan rangkaian jawab qasam. Seperti pada surat Ali Imran ayat 86.
        •           
Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka Telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun Telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.

kedua dari konteks makna keseluruhan ayat tersebut, seperti dalam surat Maryam ayat 71
         • 
Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

Kedua pembagian tersebut dapa dipahami bahwa qasam merupakan bentuk pernyataan biasa yang tidak menunjukkan dengan jelas adanya qasam maupun jawabnya. Sehingga pernyataan tersebut bisa menjadi qasam dan bisa juga menjadi bentuk kalimat biasa (bukan qasam). Ada juga bentuk qasam-nya terlihat jelas, berikut jawabnya.
Pembagian dari segi maknanya juga ada dua, Pertama, qasam dengan ungkapkan khabar (jumlah khabariyah), yaitu ungkapan biasa tanpa adanya tuntunan tertentu secara jelas. Kedua, ungkapan thalabiyah (jumlah thalabiyah), yaitu permintaan yang mengandung tuntunan dengan jelas, baik berupa perintah maupun larangan.

4. Faedah Qasam dalam Al-Qur’an
Dari uraian diatas, dengan melihat contoh-contoh ayat yang menunjukkan adalah sighat qasam, tentunya hanya omong kosong belaka. Tentunya, dibalik itu semua ada hikmah atau faedah yang dipetik.
Diantara manfaat atau faedah yang dapat dipetik dari kajian tentang aqsam Al-Qur’an, sebagaimana yang disinyalir oleh Manna’ Al-Qatham dalam kitabnya Mabahis fi ‘Ulum Al-Qur’an adalah untuk menghilangkan keraguan, kesalahpahaman, dan menegakkan hujjah, serta menguatkan khabar dan menetapkan hukum dengan cara yang paling sempurna.
Sebab, kondisi masyarakat dimana Al-Qur’an diturunkan, pada waktu itu sedang diliputi oleh kepercayaan-kepercayaan menyimpang yang selama ini. Sehingga untuk menyadarkan mereka akan penyimpangan mereka perlu adanya penegasan-penegasan secara tidak langsung merangsang akal mereka untuk berfikir sesuatu yang seharusnya sehingga, kesadaran mereka adalah kesadaran murni tanpa adanya paksaan.

C. Penutup
Kajian tentang aqsam Al-Qur’an dengan contoh-contoh ada memberikan gambaran bahwa wahyu yang datang kepada manusia jauh dan kesan adanya paksaan untuk menerima kebenaran mutlak, melainkan telah diberikan kesempatan kepada manusia untuk memikirkannya melalui akal pikiran yang logis. Hal ini terlihat dengan banyaknya bentuk qasam Allah yang menggunakan nama makhluk, dimana penyebutannya itu adalah suatu yang benar-benar urgen untuk dipikirkan.

DAFTAR PUSTAKA


Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan terjemahannya, Bandung : Gema Risalah Press, 1989
Ahmad Badawi, Min Balaghat Al-Qur’an (Kairo Dar An-Nahdhah Al-Musriyah. 1950).
Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, Surabaya. Pustaka Progressif. 1997.
Al-Imam Ibn Al-Qasim Al-Tauziyah, Al-Tibyan Al-Qur’an, Beirut Dar Al-Fikr. 1979.
Badr Al-Din Muhammad bin Abdullah Al-Zarkasyi, Al-Burhan fi ‘Ulum Al-Qur’an. Beirut: Dar Al-Fikr, 1988), j. I
Jalaluddin as-Suyuthi, Al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an. Beirut : Dar Al-Ihya Al-‘Ilmiyah. 1989, j. II
Manna’ Khalil Al-Qatham, Mabahis fi ‘Ulmum Al-Qur’an, Beirut. Mansyurat Al-‘Ashari Al-Hadist, t.t

Credit By : Azr

Rabu, 05 November 2008

Peserta Didik dan Pendidik

Credit By : Azr


1. Peserta Didik
Peserta didik sebagai individu/pribadi (manusia seutuhnya), individu diartikan orang seorang tidak tergantung dari orang lain, dalam arti benar-benar seorang pribadi yang menentukan diri sendiri dan tidak dipaksa dari luar, mempunyai sifat-sifat dan keinginan sendiri.
Namun secara garis besar mereka dapat dilihat ciri-cirinya sebagai peserta didik, sehingga kita mengetahui bahwa ia termasuk peserta didik.
Ciri-ciri tersebut adalah :
a) Kelemahan dan letak berdayaannya.
b) Berkemauan keras untuk berkembang
c) Ingin menjadi diri sendiri (memperoleh kekuatan)
2. Jenis peserta didik
Mengapa perlu pembagian jenis peserta didik? Sebab sebagai pendidik jika sudah mengetahui jenis peserta didiknya akan lebih mudah melaksanakan proses pendidikan.
Marilah kita pelajari:
a) Peserta didik menurut tahap perkembangan dan unsur
0 – 7 Tahun = Masa kanak-kanak
7 – 14 Tahun = Masa sekolah
14 – 21 Tahun = Pubertas
Sedangkan masa pubertas yang sesungguhnya memasuki usia 14 - 21 tahun, hal ini dapat dikatagorikan menjadi :
Masa pra-pubertas = wanita 12 – 13 tahun
Laki-laki 31 -14 tahun
Masa pubertas = wanita 13 -18 tahun
Laki-laki 14 -18 tahun
Masa adolesen = wanita 18 -21 tahun
Laki-laki 19 – 23 tahun
Ketiga masa ini termasuk masa pubertas, masa ini pendidik harus tanggap dalam hal melaksanakan pendidikan, khususnya tentang :
1) Penemuan sifat-sifat khusus yang ada dalam dirinya
2) Biasanya terjadi sifat pertentangan, sebab belum ada keseimbangan emosi.
3) Masa ini adalah masa transisi dari masa kanak-kanak atau masa sekolah menjadi masa dewasa.
4) Masa ini masa penuh pengalaman
5) Masa yang dikuasai perasaan yang lebih dominan dengan pengalaman ini membentuk kepribadian di masa mendatang.
6) Masa dimana peserta didik harus diberi penjelasan masalah pendidikan seks yang sehat
Ada lagi suatu pandangan bahwa peserta didik itu mengalami suatu tingkatan di dalam proses kehidupan seseorang melalui :
1) Tingkat bayi sebagian besar waktu untuk makan minun, dan tidur
2) Tingkat kanak-kanak aktivitasnya bermain
3) Tingkat anak aktivitasnya dengan sosialisasi di luar keluarga
4) Tingkat pemuda pertumbuhan dan perkembangan menuju kerarah kesempurnaan.
5) Tingkat dewasa segala aktivitasnya sudah harus dapat dipertanggung jawabkan.
b) Peserta didik menurut status dan tingkat kemampuan
Dewasaan adalah jika peserta didik sudah bertanggung jawab atas keadaan dirinya baik secara psikologis, paedagogis dan sosialogis serta biologis.
Macam-macam kedewasaan antara lain sebagai berikut :
- Kedewasaan psikologis
- Kedewasaan paedogogis
- Kedewasaan sosialogis
- Kedewasaan biologis

Peserta didik menurut status dan tingkat kemampuan
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa menurut penggolongan berdasarkan IQ atau kecerdasan, kemampuan peserta didik dapa dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu :
- Peserta didik super normal
- Peserta didik normal
- Peserta didik sub normal
Sementara beberapa ahli lain membedakan lebih terperinci lagi seperti dibawah ini :

Genius IQ 140 keatas
Super Normal Gifted IQ 130 – 140
Superior IQ 110 – 130

Derajad Normal dan Normal IQ 90 – 110
Mental Sedikit dibawah Sub Normal/
Normal Berdorline IQ 70 – 90
Debil IQ 50 – 70
Sub Normal Inbisil IQ 25 – 50
Idiot IQ 20 – 25”

Menurut pengantar pendidikan anak luar biasa yang disusun oleh Sam Isbani dan kawan-kawan menyatakan bahwa status dan kemampuan dasar peserta didik dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1) Berkelainan Sosial
2) Berkelainan jasmaniah
3) Berkelainan mental
Skema peserta didik :

1. Peserta didik sebagai individu
Cirinya :
- Kelemahan/ketakberdayaannya.
- Berkemauan keras untuk berkembang
- Ingin memperibadi
2. Jenis peserta didik
- Tahap perkembangan dan umur
- Status dan tingkat kemampuan
- Intelegensi
- Kelainan sosial, jasmani dan mental

B. Pendidik
1. Secara adi kodrati pendidik adalah orang tua peserta didik masing-masing. Jadi jika orang tua yang membuang anak kandungnya maka beliau tidak berperan sebagai pendidik. Berbeda dengan orang tua yang berperan sebaik mungkin dengan segala keterbatasannya selalu mengarahkan anaknya, berhubung makin lama makin dibutuhkan pendidikan yang lebih tinggi maka menyerahkan ke lembaga pendidikan. Maka pendidik sejati itu adalah orang tuanya sendiri.
2. Pendidik lain ialah orang yang diserahi tugas pendidik, peserta didik misalnya di lembaga pendidikan atau yang lain contohnya rumah yatim piatu. Pendidik semacam ini mendapat tugas sementara, sebab orang tua tidak dapat melayani melalui pendidik formal/non formal tetapi juga tugas terus menerus karena orang tua tidak dapat mendidiknya disebabkan hubungan orang tua dengan anak putus, misalnya anak yang ada di rumah yatim piatu atau panti asuhan.
Bagaimana sekarang ciri-ciri pendidikan itu ?
1) Adanya pengaruh positif normatif misalnya pendidik mengajak peserta didik (secara formal) untuk datang tepat pada waktunya, maka pendidik harus datang tepat waktu, berarti menimbulkan kedisiplinan.
2) Bertujuan sebagai pendidik juga harus mengetahui yang akan di tuju dalam proses pendidikan.
3) Penerima pengaruh orang lain atau peserta didik.
4) Pengembangan pendidik harus selalu mengembangkan diri seoptimal mungkin.
Skema Pendidik

1. Kodrati : orang tua kandung

2. Orang tua kedua/pendidik formal/non formal

1. Orang tua : Otomatis sebagai pendidik anak

2. Pendidik : Hanya berfungsi sebagai pengganti orang dan professional

1. Wibawa/kewibawaan

2. Melaksanakan tugas profesi sesuai 6 syarat

1. Wibawa batin :
- Timbul dari dalam dirinya
- Tidak dibuat-buat
- Dipatuhi

2. Wibawa Yuridis
- Timbul karena jabatan
- Akan lebih jika wibawa batin tidak ada
- Tidak sabar


C. Materi Pendidikan
Untuk menentukan materi pelajaran dalam pendidikan tergantung kedua syarat yaitu :
1) Alat mencapai tujuan
2) Struktur individualitas anak/peserta didik
Kedua syarat ini dijiwai oleh undang-undang yang ditetapkan guna mencapai tujuan pendidikan. Untuk Indonesia misalnya di jiwai oleh UUPP Nomor 4 tahun 1950.
a) Jenis alat pendidikan
Misalnya :
- Perbuatan atau tindakan taratur/keteraturan seseorang akan membuat kedisiplinan yang dapat menyangkut tempat dan waktu
- Perbuatan selalu bersih akan membawa hal-hal perbuatan hidup bersih.
b) Hukuman
Untuk dapat mengetahui kesalahannya maka pemberian hukuman harus melalui langkah-langkah dengan pertimbangan agar :
- Anak sadar akan kesalahannya
- Anak mengakui kesalahannya
- Anak sanggup memperbaiki kesalahannya.
c) Sifat Penggunaan alat
Tujuan pendidikan yang akan di dapat jangan merupakan suatu paksaan. Buatlah sedemikian rupa agar peserta didik/anak tidak merasa dibawa kesuatu tujuan tertentu.
Selain anak/peserta didik main kubus/kotak diminta harus memasukkan kembali kedalam dus dan setelah itu mencuci tangan baru setelah itu pula di beri pujian.
d) Yang menggunakan alat pendidikan
- Pendidikan utama yaitu orang tua
- Pendidikan pengganti orang tua
- Guru
e) Syarat memilih alat pendidikan
- Tujuan yang dicapai dengan alat itu demi kepentingan anak/peserta didik
- Siapa yang menggunakan (pendidik)
- Bahan dan alat apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan
- Bagaimana efek penggunaan alat pendidikan
- Kemampuan anak menerima hukuman

SKEMA MATERI PENDIDIKAN

- Beda alat dan faktor pendidik
- Jenis alat pendidikan
- Hukuman
- Sifat penggunaan alat
- Yang menggunakan alat
- Syarat pemiliharaan alat
- Sesuai perkembangan
- Anak
- Nilai membentuk
- Dapat dipakai praktek
- Ciri-ciri tugas




Teori

Credit By : Azr

1. Pengertian Teori
John. Dewey : Tidak ada sesuatu yang lebih praktis dari pada suatu teori yang hebat yang jelas Metodologi ilmiah bertujuan menemukan teori-teori atau generalisasi-generalisasi. Dari teori yang ditemukan, bias dijadikan dasar prediksi didalam mengatipasi kejadian-kejadian mendatang secara lebih tepat.
Dr. Siswojo : Teori dapat diartikan suatu perangkat konsep definisi yang saling berhubungan yang mencerminkan suatu pandangan sistematik mengenai fenomena dengan menerangkan hubungan antara variable, dengan tujuan untuk menerangkan dan meramalkan fenomena.

2. Penggunaan atau Fungsi Teori
Dua pendapat yang menjelaskan tentang fungsi teori, yaitu sebagai berikut :
1) Snelbeck (1974 : 28-31) menyatakan ada empat fungsi suatu teori :
a. Mensitematiskan penemuan-penemuan penelitian.
b. Menjadi pendorong untuk menyusun hepotesis dan dengan hepotesis membimbing penelitian.
c. Membuat ramalan atas dasar penemuan.
d. Menyajikan penjelasan
2) Glaser dan Strauss (1967 : 3) berpendapat bahwa fungsi teori mengkhususkan pada sosiologi, tetapi berlaku juga untuk pada disiplin lainnya. Teori dalam sosiologi adalah :
a. Memberikan kesempatan untuk meramalkan dan menerangkan perilaku.
b. Bermanfaat dalam menemukan teori sosiologi
c. Digunakan dalam aplikasi praktis-peramalan dan penjelasannya harus memberikan pengertian pengertian kepada para praktisi dan beberapa pengawas terhadap situasi.
3) Landasan Teori
a. Bertemu langsung dari sumber
b. Harus mengutip buku benar-benar dari sumber

3. Peranan Teori
1) Untuk menjelaskan defenisi operasional variable penelitian kita.
2) Menjelaskan vola hubungan antara 1 variable dengan yang lain.
3) Menentukan metodologis secara akurat, menentukan Metodologi analisis yang tepat.
4) Menentukan cara penafsiran tema secara obyektif.
5) Memberikan persepektif bagi perilaku, yaitu “yang harus dijaring dari data”
6) Membimbing serta menyajikan gaya bagi penelitian dalam bidang perilaku

4. Bentuk Formulasi Teori
Menurut Glaser dan Streuss (1980 : 31) untuk keperluan penelitian kualitatif yang dikenal dengan teori dari dasar-dasar, suatu teori dapat dilaksanakan dalam dua bentuk.
a. Penyajian dalam bentuk seperangkat proposisi atau secara proposisional
b. Dalam bentuk diskusi yang memanfaatkan kategori konseptual dan kawasannya.

Konsultasi Lewat Internet

Credit By : Azr

Problemotika Konsultasi
Suatu bagian dan proses belajar mengajar adalah konsultasi, karena psran pendidik bukan hanya sekedar memperkenal ilmu dan membimbing pengerjaan tugas bagi anak didik, melairikan juga menjadi pendamping memahami fenomena yang dihadapinya Meskipun VaHangVala feno-mena trasebut sama sekali berbeda dengan ilrau yang sedang dipelajari, biasa-nya peseita didik sangat rnembutuhkan pendampingan secara khusus.
Namun kebutuhan pendampingan ini seringkali menimbulkan proble-matika tersendiri, karena dorongan kebutuhan itu terjadi tidak menentu. Alias tidak teijadwaL Hal itu dapat muncul secara tiba-tiba, sesuai dengan situasi dan kondisi peseita didik.
Konsultasi merupakan suatu layanan yang disadari sebagai kebutuhan yang penting dalam suatu rangkaian proses belajar- mengajar. Namun layanan ini juga sering menimbulkan dilema tersendiri.
Bukan ranasia lagi, t)ilamana peserta didik yang membutuhkan konsultasi harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian tentang kehadiran pendidik. Sementara itu, bila sudah bertemu dengan pendidik, seringkali pendidik dalam keadaan tidak siap untuk menjadi konsultan karena situasi dan kondisi dirinya. Namun kejadian sebaHknya juga sering terjadi, ketika pendidik sudah mem-persiapkan diri sebagai konsultan, tidak ada peserta didik yang membutuhkan-nya, Masing-masing terjebak dalam masalah.
Semula layanan konsultasi ingin dijadikan sebagai fasilitas unggulan. nun di pihak lain justru sering menjadi sumber kekecewaan dan keterikatan >a kepastian yang tentunya akan menjemukan.

B. Teknologi Sebagai Solusi
Sadar akan adanya problematika yang tidak jelas ujung dan pangkalnya, ahli tidak henti-hentinya mencari terobosan melalui berbagai riset dan embangaiunetodologi hingga akhimj'a tercipta teknologi seperti yang telah la di tengah-tengah masyarakat dewasa ini, yaitu teknologi informasi.
Teknologi tersebut selain memberikan fasilitas komputasi, juga memiliki as komunikasi. Teknologi ini tampaknya dapat diandalkan sebagai alter-solusi dalam penyediaan fasilitas konsultasi.
Melalui teknologi informasi dewasa ini, sebut saja Internet, antara pen-dan peserta didik dapat berkomunikasi tanpa batas "waktu", 'tempat", tuasi. Mereka tidak perlu mencari waktu atau bertemu secara fisik. Cukup berkirim e-mail atau kalau dimungkinkan melakukan chatting.

C. Manfaat Konsultasi
Melalui penggunaan teknologi tersebut, masyarakat akademis dapat temat waktu untuk membuat janji, menunggu waktu pertemuan dan ain yang hams dikeluarkan berkaitan dengan pertemuan tersebut Di g itu, untuk melakukan konsultasi, peserta didik tidak perlu antri di unggu. Mereka dapat mengungkapkan problemnya secara serentak me-nail.
Peserta didik memiliki kesempatan untuk menyajikan fenomena yang inya secara rinci, sementara pendidik memiliki waktu yang cukup :rpikir d;ai mcnunuskan jawaban yang bijak dan obyektif. selain itu suasana psikologis pertemuan tentunya juga berbeda. Dalam ika, ada kemungkinan baliwa peserta didik atau pendidik kurang punya itan dalam merumuskan kalimat untuk mengungkapkan maksud yang lya, sehingga salali persepsi sering terjadi

D. Konsultasi Elektronis
Konsultasi elektronis ini tidak terbatas oleh "ruang" dan "waktu". Jadi ; dapat secara leluasa mengungkapkan problem-problemnya tanpa batasan jam kerja atau tempat konsultasinya Tanpa harus bertemu secara langsung dengan pendidik, peserta didik dapat mengungkapkan problem diri-nya. Konsultasi ini dapat didokumentasikan sehingga kelak kemudian hari dapat dipelajari kembali Selain itu, privasi tetap terenin, karena hanya pendidik yang memiliki password tersebut yang dapat mernbuka "kotak" e-mailnya.
Sementara itu, pendidik tidak terikat secara khusus untuk menungeu adanya konsultasi. Aktivitas pendidik menjadi fleksfoei dan diharapkan men-jadi lebih produktif dalam proses pengembangan ilmu.

E. Tuntutan Perubahan
Teknologi informasi sepertt diungkapkan sekUas di atas menjanjikan soJusi yang menarik. Naniun tentu saja memiljki ^nmrou tersendiri untuk sampai pada taraf tersebut Tuntutan hardware dan software jeJas tidak ter-elakkan lagi, tetapi yang lebih penting lagi adalah fakror SDM-nya, baik para pendidik maupun peserta didik. Sejauh mana mereka memuiki keterampilan untuk mengoperasikan teknologi tersebut.

Di samping itu, kehadiran teknologi ini juga roembawa konsekuensi bam, yaitu adanya pergeseran pola konsultasi tradisional menuju elektronis. Pergeseran budaya ini tentu membawa akibat tersendiri. Oleh karena itu muncullah tuntutan baru bagi setiap SDM di mana hams memiliki kemampuan adaptasi yang cepat guna menemukan titik keseimbangan yang baru.
Selain itu proses konsultasi elektronis ini juga inenuntut adanya respon time yang cepat dari pendidik yang bertindak sebagai konsultan.

F. Mail Sarana Efektif Konsuftasi Elelctronik
e-Mail singkatan dari electronic mail yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai, surat elektronik ini merupakaa jenis layanan Intemet yang paling populer.
Melalui e-Mail, para pemakai dapat mengirim berita, gambar atau data kepada rekanarmya atau menjawab surat-surat yang diogukan kepadanya.
Di samping itu, melalui e-Mail ini, para pemakai dapat mengirimkan file sebagai bagjan atau lampiran dari surat yang disusuunya. Melalui e-Mail ini pula para pemakai dapat berlangganan berita kepada gmp diskusi yang diminati (mailing list).
e-Mail ini cukup mudah untuk dioperasikan sehingga cepat popular ak dipeikenalkan kepada publik. Para pemakai baik dari kalangan pebisnis, ajar dan mahasiswa, para profesional hingga ibu rumah tangga dapat meng-aakannya untuk berbagai keperluan.

G. Keuntungan dan Kekurangan Konsultasi Lewat e-Mail
e-Mail memberikan sejumlah keuntungan dibandingkan dengan konsul-ibiasa,antaralain:
Lewat e-mail, waktu dan tempat konsultasi tidak terbatas sehingga kon-sultasi lewat e-mail sangat fleksibel untuk dilakukan oleh civitas akademika. Privasi terjamin, karena "kotak pos" dari alamat surat dilindungi dengan password sehingga surat tidak dapat dibuka oleh orang yang tidak ber-tanggungjawab. Konsultasi lewat e-mail juga dapat didokumentasikan dengan baik, apalagi jika menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan penjelasan yang penting misalnya untuk skripsi atau penulisan karya ilmiah lainnya.
Meskipun e-Mail memberikan sejumlah keuntungan, namun ada jumlah kekurangan, antara lain;
1. Kesalahan tulis alamat walaupun sedikit saja, telah menjadikan e-Mail tidak sampai ke tujuan. Hal ini berbeda, jika surat dikirim oleh tukang pos, di mana sebagian besar dari mereka sudah menghafal rumah orang-orang tertentu, sehingga jika terjadi kesalahan tulis seperti nomor rumah, surat dimungkinkan tetap dapat sampai ke tujuan. Oleh karena itu, bila materi konsultasi sangat penting, jangan sampai salah kirim.
2. Kegagalan e-Mail sampai ke tujuan juga dapat disebabkan oleh padamya lab lintas data di jaringan Internet, sehingga dibutuhkan pengjriman iilarig. Di samping itu, e-Mail juga dapat hilang, karena penyedia layanan internet dengan terpaksa menghilangkan atau menolak sejumlah e-Mail karena kotak pos sudah penuh.
3. e-Mail harus diakses melalui sebuah terminal. Bagi orang;perangkat komputer beserta jalur Intemetnya saja•Qiflxik mercbuka kotiSs. posnya, apalagi otang ^/ang bettmopu padaTipe sewaan fasih'tas Internet, sehingga disifibusi surat yang cepat masih mem-butuhkan konsistensi dari penerimanya dalam membuka kotak posnya.

H. Alamat e-Mail
Setiap pemakai hams memiliki alamat e-Mail bila ingin menggunakan fasilitas dari Internet tersebut Untuk mendapatkan alamat e-Mail itu, pemakai hams' menghubungi penyedia layanan Internet terlebih dahulu. Adapim pola dasamya adalah nama@tempat.
Nama biasanya merupakan nama atau inisial dari pemakai atau peru-sahaan, di mana cara pembentukannya dapat bermacam-macam, misalnya budi@ukdw.ac.iu,7ang^artinya Budi di Univeisitas Kristen Duta Wacana yarg merupakan lembaga akademik di Indonesia.

I. Mengoperasikan Aplikasi e-Mail
Untuk mengoperasikan aplikasi e-Mail, terlebih dahulu pemakai hams memastikan bahwa di dalam komputer yang akan digunakan telah terinstall Web Browser seperti Netscape, Internet Explorer atau Spry Mosaic.
Dalam menjawab pesaing ketatnya, yaitu Netscape, Microsoft-telah meluncurkan rilis Internet Explorer 6 (IE6) pada tahun 2001 yang merupakan salah satu teknologi inti dari Windows XP yang menyediakan cara baru untuk browsing Internet
Pada saat mengaktifkan Netscape Communicator maka akan dilakukan inisialisasi pemakai terlebih dahulu. Jika sudah dilakukan inisialisasi maka pemakai dapat mengoperasikaii Web Browser tersebut, baik untuk melakukan browsing infbrmasi maupun menggunakan fasilitas e-Mail.
Selanjutnya untuk melakukan browsing, maka pemakai dapat memilih portal-portal yang telah mendaftarkan diri di dalam lingkungan Internet seperti Yahoo.com, Altavista.com, Detik.com dan lain sebagainya.
Bagi pemakai yaiig belum memiliki aiamat e-Maii juga dapat men
daftarkan diri untuk memperoleh aiamat e-Mail gratis (meskipun tidak lama
lagi beberapa situs di antaranya akan mulai menarik biaya), seperti yang di-
sediakan di: www.hotmail.com, www.yahoo.com, www.mailcify.lycos.com,
www.excite.com, http://mailandnews.com,www.softhome.net, http://Webmail.netscape.com, http://inail.telkom.net, www.astaga.com/login,
www.bolehmail. com, ww\v.catchaco.id, http://mail.detik.com, http://maiL
satumail.com, http:// www.netaddress.com, www.rocketmail.com,
http://c-ompany.bimasakri.com.
Untuk memiliki salah satu aiamat e-mail gratis dari sekian banyak Bwaron, tcntii juga membutuhkan beberapa pertimbangan, antara Jain:
1. Analisis kebutuhan Bagi pengguna e-mail yang sering bepergian ke luar kota atau bahkan luar negeri dan ingin mengakses e-mailnya dari berbagai tempat sesuai mobilitasnya, maka layanan e-mail dari www.hotmail.com, www.yahoo.com atau www.excite.com lebih tepat dari pada layanan dari http://rnaiLtelkomjiet, www.teleboLcom dan www-softhoeninet yang lebih ditujukan bagi pengguna yang tingkat mobilitasnya rendah.
2. Ukuran mailbox. Bagi pengguna yang banyak berkirim atau menerima e-mail atau file-file dengan ukuran besar lewat e-mail, maka membutuhkan mailbox yang berukuran besar seperti yang ditawarkan oleh www. telebot.com atau www.mailpuppy.com.
3. SMTP. Tidak semua penyedia layanan POPS di Internet menyediakan layanan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), yaitu protokol untuk; mengirim e-mail seperti www.hotpop.com atau www.mycabin.com. Namun untuk layanan berbasis Web, protokol SMTP biasanya sudah tersedia.
4. Perhatikan kemampuan layanan server e-mail, apakali server itu memberi jlayaiian 24 jam atau ada waktu-wakfu tertentu di mana server down.
Bilamana server sering down maka akan menyulitkan pengguna untuk melakukan akses. Bagi yang sudah memiliki alamat e-Mail dapat langsung memilih menu untuk mengoperasikan aplikasi e-Mail tersebut. Sebelum dapat melihat isi kotak. pos, maka pemakai harus melakukan inisialisasi password yang digunakan untuk mengamankan kotak pos tersebut dan orang yang tidak berhak.
Bilamana password tidak sesuai, maka proses login ke kotak pos akan ditolak, sehingga pemakai tidak dapat membaca surat-surat yang masuk ke dalam kotak pos tersebut.
Sebaliknya jika password benar, maka pemakai dapat langsung menuju pada daftar surat yang masuk untuk melakukan pengecekan dan membaca isi surat tersebut.
Setiap surat yang masuk akan tercatat pada bagian daftar surat yang : yang terpisah daftamya dengan surat keluar. Di samping itu, pencatatan aroeliputi tanggal surat dan informasi penting lainnya.
Untuk membalas surat tersebut dengan melampiikan surat yang di-kirimkan itu, maka pemakai dapat memilih menu Reply. Sementara jika meng-inginkan untuk membuat surat bam dapat memilih menu NewMsg.
Untuk mengirimkan sebuah surat, pemakai harus menentukan alamat tujuan, file yang akan dilampirkan (attach file), subject surat, dan isi surat itu I sendiri. Kadang-kadang jika memang diperlukan, pemakai dapat menyertakan alamat yang akan menerima copy surat tersebut.

Rata Penuh